Pages

Sunday, October 13, 2019

Hadiah Terindah Ulang Tahun Pernikahan

Di bulan Agustus lalu, saya dan suami alhamdulillah telah melalui 1 tahun pernikahan. Masih terbilang baru dan kata orang masih anget-angetnya. Padahal menurut saya meskipun baru 1 tahun, selama 365 hari tersebut banyak pelajaran baru yang saya dapatkan, tidak semua momen manis, ada juga yang pahit, tapi alhamdulillah semua bisa kami lewati hingga saat ini. Namun kali ini saya tidak ingin sharing mengenai cerita atau kejadian-kejadian yang kami alami selama 1 tahun pernikahan, kali ini saya ingin menuliskan kabar bahagia bagi saya dan suami.

Alhamdulillah tepat di tanggal 1 tahun pernikahan lalu saya dan suami baru mengetahui bahwa kami telah diberikan kepercayaan oleh Allah untuk memiliki calon buah hati. Kabar bahagia ini merupakan kabar yang sudah kami tunggu-tunggu sejak kami menikah, meskipun kami sadar kondisi kami saat ini belum sepenuhnya mendukung. Namun alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas anugerah ini, inilah kado terindah di ulang tahun pernikahan kami yang pertama. Allah telah menjawab doa-doa kami dan memberikan kami hadiah ini insyaAllah di waktu yang tepat bagi kami berdua.
Gambar diambil dari Pinterest
Sedikit mengenang kejadian waktu pertama kali mengetahui bahwa saya positif hamil pada waktu itu. Saya dan suami menjalani LDM di kota yang berbeda, beberapa hari sebelum hari ulang tahun pernikahan, saya dan suami merayakan Idul Adha di tempat yang terpisah, saya di kampung dan suami di kota perantauannya. Setelah merayakan Idul Adha, saya dihadapkan dengan keadaan harus dinas ke Semarang selama 4 hari, kemudian balik lg ke kota tempat saya bekerja baru kemudian ke kota tempat suami bekerja. Melelahkan bukan? Perjalanan seperti itu biasanya sudah sering saya lakukan, sudah tahu lelah tapi tetap saya jalani, selagi fisik ini masih kuat dan tidak lemas. Namun berbeda dengan saat itu, ketika di Semarang saya sudah merasakan gejala kelelahan dan maag, namun saya coba sugesti bahwa saya harus istirahat dan mungkin hanya penyakit maag saya saja yang kambuh. Saya beraktivitas seperti biasa, meskipun lemas itu sering saya rasakan ketika malam hari. Sampai waktu dinas selesai dan saya kembali ke kota tempat saya bekerja, saya diharuskan untuk mengikuti upacara di pagi hari dan waktu itu saya tidak sempat sarapan bahkan minum pun saya tidak sempat karena terburu-buru. Akhirnya ketika upacara saya merasa sangat lemas sampai seorang teman mengkhawatirkan keadaan saya yang tumben selemas itu. Disana saya masih berpikir bahwa maag adalah penyebab utama keadaan saya lemas saat itu. Oleh karenanya saya berinisiatif untuk segera makan agar sakit di ulu hati dan pusing itu berkurang. Namun sebelum makan, saya harus ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan urgent sebelum saya mengambil cuti dalam rangka ulang tahun pernikahan. Waktu itu saya ke kantor dengan seorang teman, di perjalanan saya sempat muntah karena sudah tidak tahan. Kemudian di kantor keadaan sudah membaik, saya selesaikan kerjaan urgent dan bergegas ke stasiun untuk naik damri ke bandara. Namun di perjalanan, kondisi lemah kembali saya rasakan. Saya akhirnya mencoba memesan makan dulu sesampainya di stasiun. Makanan dan minuman datang, saya coba minum sedikit, perut saya semakin tidak enak dan pusing, saya memutuskan untuk ke toilet dan menitipkan makanan tadi. Setelah dari toilet, saya coba makan lagi dan keadaan menjadi lebih baik. Lagi-lagi saya pikir itu hanya maag. Sempat beberapa kali vcall dengan suami selama di perjalanan, dan bilang bahwa saya tidak kuat dengan maag saya. Namun suami malah bercanda dan mengatakan jangan-jangan saya hamil dan ingin membelikan testpack ketika saya sudah sampai nanti (karena saat itu saya cerita sudah telat haid beberapa hari). Kondisi membaik saya ternyata tidak berlangsung lama, di pesawat dan sesampainya di kota suami, saya kembali mual dan pusing, saya pikir saya benar-benar kelelahan. Suami pun segera mengajak saya makan di tempat kesukaan saya. Malamnya pun begitu, saya malah makan sushi di tempat kesukaan kami, kemudian suami menepati janji buat membelikan saya testpack untuk di test pada malam itu. Namun karena tanggung, besok ulang tahun pernikahan, saya pikir kalo benar positif hamil, alhamdulillah bisa jadi kado pernikahan kami yang tak ternilai, akhirnya kami memutuskan untuk testpack besok harinya.

Keesokan harinya, tepat di hari ulang tahun pernikahan kami, saya akhirnya menggunakan testpack tersebut dan alhamdulillah dengan sedikit shock, ternyata benar saya positif hamil! Perasaan saat itu antara kaget, senang, bersyukur, sedih juga ada, rasa tidak percaya, kami berdua rasakan. Senang karena alhamdulillah kami diberikan kepercayaan, sedih karena ingat kondisi kami yang masih LDM. Tapi kami berdua mencoba menguatkan diri dan mengambil positifnya saja, karena memang memiliki anak merupakan dambaan kami berdua, kami tidak pernah program namun tidak pernah menunda juga. Kami hanya berdoa agar diberikan diwaktu yang tepat dan kami siap. Alhamdulillah inilah jawaban dari Allah. Mungkin inilah waktu yang tepat dan siap bagi kami berdua.

Dari hasil testpack pertama, kami kemudian kami mencoba di testpack kedua dan ketiga sampai hasilnya semua sama dan keesokan harinya kami mengunjungi dokter Obgyn untuk benar-benar memastikan. Dan alhamdulillah kami baru benar-benar percaya dan memberikan kabar bahagia ini kepada keluarga setelah dokter Obgyn bilang benar bahwa saya positif dengan usia janin sesuai dengan HPHT saya saat itu.

Alhamdulillah tiada henti-hentinya kami ucapkan atas kado tak ternilai dari Allah di ulang tahun pernikahan kami ini. Tepat di 1 tahun pertama, kami mendapat kabar bahagia akan kehadiran calon buah hati. Semoga proses kehamilan saya dilancarkan dan disehatkan sampai proses persalinan nanti tiba aamiin. Semoga saya dan suami bisa menjaga amanah ini dengan sebaik mungkin. Semangat!

No comments:

Post a Comment