Alhamdulillah setelah menjalani kehamilan sambil bekerja dengan berbagai macam rintangannya, tiba waktunya untuk bisa mengambil cuti melahirkan dan pulang kampung.
Sejak awal mengetahui bahwa hamil, saya tidak pernah bepergian naik pesawat karena khawatir tidak kuat saat diperjalanan kalau bepergian sendiri, jadi kalaupun ingin bertemu dengan suami dan orangtua, cukup mereka yang datang mengunjungi saya. Bagi sebagian orang hamil mungkin aman dan nyaman saja bepergian naik pesawat, tapi untuk saya dengan kondisi yang saya cukup tahu, maka saya lebih memilih bersabar untuk tidak bepergian kala itu.
Sekarang alhamdulillah waktu cuti melahirkan itu sudah tiba, satu bulan sebelum HPL dan dua bulan setelah melahirkan. Doa saya semoga waktu cuti ini benar-benar pas sebulan sebelum lahiran agar sebulan di akhir masa kehamilan ini bisa saya manfaatkan sebaik mungkin untuk banyak beristirahat dari rutinitas biasa saat bekerja. Bisa lebih fokus mempersiapkan persalinan dan setelah persalinan nanti.
Sebelum pulang ke Banjarmasin untuk cuti, saya sempat terserang sakit lagi hingga akhirnya susah untuk bekerja dan memilih beristirahat di kosan. Ternyata Hb saya semakin rendah, ulu hati saya terus-terusan sakit hingga terdapat infeksi karena saya sempat demam beberapa hari. Sakit dan lemah, sampai setiap makanan yang saya makan harus keluar lagi, makan sedikit saja ulu hati sudah sakit, nafsu makan sampai menghilang karena setiap makanan yang saya makan itu dibeli bukan dibuat sendiri, demam yang sangat membuat gelisah dan semakin susah tidur di malam hari, belum lagi keadaan saya sendiri di kosan membuat saya hampir menyerah saat itu. Keadaan suami yang jauh dan saat itu sedang diklat membuat dia tidak bisa datang dan hanya bisa video call untuk saling support, agar saya kembali pulih dan janin tetap sehat. Kemudian alhamdulillah akhirnya kami memutuskan agar ibu saya yang datang untuk merawat saya. Mendadak saat itu juga kami meminta ibu untuk datang ke Jakarta. Seminggu atau kurang lebih 10 hari sebelum waktu cuti akhirnya keadaan saya berangsur-angsur membaik seiring dengan kedatangan ibu yang membantu menyemangati dan merawat hingga memperbaiki pola makan dan hidup saya. Saya juga semakin bersemangat agar cepat pulih demi bisa sehat saat nanti melakukan penerbangan untuk pulang kampung dan terutama demi janin ini agar pertumbuhan dan perkembangannya tidak terpengaruh karena menurunnya kesehatan saya waktu itu.
Sampai tiba waktu kepulangan ke Banjarmasin, waktu itu kami memilih penerbangan di hari sabtu dan saya didampingi oleh ibu dan suami. Alhamdulillah perjalanan kami dari Jakarta ke Banjarmasin dimudahkan dan dilancarkan, meskipun saya tiba-tiba kembali merasa mual dan lemas ketika di dalam pesawat, apalagi ketika ada turbulensi. Tapi akhirnya kami sampai dengan selamat dan lancar dan dijemput oleh ayah mertua saya.
Perjalanan hari itu terasa sangat melelahkan namun menyenangkan karena saya didampingi oleh dua orang yang sangat berharga di hidup saya plus seorang calon bayi yang akan jadi pelengkap hidup dan pernikahan saya. Lebih dari pelengkap bahkan segalanya bagi saya. Hhu.. jadi terharu, alhamdulillah.
Hari ini, sudah hari keempat saya berada di Banjarmasin, mulai menjalani cuti melahirkan, suami sudah kembali bekerja di pulau seberang dan saya tinggal bersama orangtua. Rasa syukur tiada henti saya haturkan kepada Allah, akhirnya saya bisa beristirahat dan berkumpul lagi dengan orangtua, meskipun belum lengkap rasanya karena sementara ini tetap harus berjauhan dengan suami yang kehadirannya selalu saya rindukan. Semoga cuti melahirkan ini benar-benar bisa saya manfaatkan sebaik mungkin untuk me time, family time, dan pastinya untuk janin saya tersayang. Aamiin. Alhamdulillah wa syukurilah.
