![]() |
| Gambar diambil dari pinterest |
Malam ini tiba-tiba saya menjadi melow setelah merenungkan beberapa hal yang ada dipikiran. Salah satunya yaitu peran yang akan berubah dari seorang anak, seorang istri, kemudian akan menjadi orang tua bagi anak yang saat ini sedang saya nantikan kelahirannya.
Sejak lahir sampai dengan usia 18 tahun, seluruh waktu saya, saya habiskan hampir selalu bersama dengan orangtua. Baru semenjak kuliah saya mulai hidup berjauhan dengan orangtua. Waktu untuk berkumpul saat masih kuliah itupun sangat sedikit jika dibandingkan dengan anak kuliah lain yang bisa libur sampai sebulan lebih. Oleh karenanya sejak saat itu, saya mulai kehilangan waktu kebersamaan dengan orangtua dan hal tersebut yang selalu membuat saya galau dan sedih, jauh di lubuk hati terdalam ingin saya menangis tiap ingat betapa sedikitnya waktu yang bisa saya habiskan bersama mereka.
Pada awalnya semua berjalan baik-baik saja, hingga waktu terus berlalu, saya lulus kuliah dan melanjutkan ekstensi lalu mendapat pekerjaan di tempat perantauan. Rasa rindu sering menghampiri dan ketika rasa rindu itu datang, saya selalu menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman, berkumpul dengan orangtua, meskipun hanya sebentar, hanya seminggu atau paling lama dua minggu. Kemudian waktu terus berjalan sampai kepada fase dimana saya menikah dan sekarang akan menjadi seorang ibu, menjadi orangtua. Di fase inilah muncul renungan dimana saya sebagai seorang anak yang akan menjadi orangtua bagi anak-anak saya nanti. Banyak hal-hal yang dulu belum saya rasakan ketika masih menjadi seorang anak, baik itu perasaan melankolis menjadi orangtua dan membesarkan anak nanti maupun perasaan orangtua saya terhadap saya selama ini. Saya baru menyadari bahwa begitu banyak waktu yang saya lewatkan untuk mereka kedua orangtua saya. Saya sering berbuat salah, mengecewakan mereka, atau pernah membuat mereka marah. Sejelek apapun hal yang pernah saya perbuat kepada mereka, semarah apapun atau sesedih apapun mereka, secuek apapun mereka saat hari-hari biasa, namun ketika anaknya berada pada saat terendah atau tersulit, mereka tidak akan pernah meninggalkan saya, mereka akan selalu ada untuk saya. Ketulusan hati kedua orangtua, tidak akan pernah bisa terbalaskan oleh seorang anak dan saya meresapi hal tersebut, sangat meresapi hal tersebut semenjak beberapa tahun terakhir, apalagi ketika saya menyadari bahwa kedua orangtua saya tidak akan selalu muda, mereka menua seiring dengan waktu yang berjalan. Mereka yang dulu memiliki stamina maksimal, kini stamina tersebut mulai menurun. Mereka yang dulu bisa makan apapun dengan porsi berapapun, kini harus semakin menjaga pola makan sehat, mereka yang dulu kini telah menua. Dan di hari tua mereka, selalu saya selipkan doa agar mereka bahagia menikmati hari tua mereka, diberikan kesehatan dan umur yang panjang untuk berbuat kebaikan dan terus mengasihi saya sebagai anaknya, mengasihi cucu-cucunya kelak. Aamiin. Allahumma amiin.
Membayangkan posisi kedua orangtua tersebut akan saya jalani kemudian bersama suami, membuat perasaan malam ini semakin melow. Saya mulai mengerti betapa sedihnya perasaan orangtua yang harus hidup berjauhan dengan anak mereka. Betapa sedihnya melepaskan anak yang selama ini bersama mereka hampir 24 jam dalam seminggu untuk pergi jauh dari mereka. Tapi mereka memilih untuk tegar dan menahan kesedihan serta kekhawatiran mereka demi anak-anak mereka. Segalanya akan mereka berikan demi kebahagiaan si anak. Kini, sebagai seorang anak yang akan menjadi orangtua, semua perasaan orangtua tersebut akhirnya bisa saya rasakan mendalam. Haru rasanya merenungi hal tersebut. Kini, sebagai seorang anak yang akan menjadi orangtua, yang terbaik yang bisa saya lakukan adalah terus mendoakan kebahagiaan orangtua saya di masa tuanya, berbakti kepada mereka, dan terus menyayangi serta berbuat kebaikan untuk mereka, meskipun seberapa banyak hal baik yang telah saya lakukan tersebut tidak mampu menggantikan seluruh pengorbanan dan kebaikan mereka. Kini, sebagai seorang anak yang akan menjadi orangtua, yang bisa saya lakukan kelak ketika anak-anak saya telah lahir adalah berusaha sebaik mungkin menjadi orangtua terbaik, yang memberikan segalanya kepada anak-anak saya, apapun dan sampai kapanpun, akan selalu menjaga dan menyayangi mereka, memberikan yang terbaik sebisa saya mampu untuk mereka. Sama seperti yang telah dilakukan oleh orangtua saya kepada saya, seluruh kebaikan, cinta tulus mereka, yang takkan lekang oleh waktu pada anak-anaknya.

No comments:
Post a Comment