Pages

Sunday, January 19, 2020

1st Pregnancy: Trimester 2

Berdasarkan pengalaman beberapa orang terdekat, baik di keluarga maupun teman-teman, memasuki kehamilan trimester 2 merupakan masa yang lebih enak daripada di trimester 1. Nyatanya, hal tersebut tidak berlaku pada saya. Di trimester 2 ini, memang mual dan muntah sudah berkurang, tapi hanya berkurang, bukan berarti tidak ada sama sekali. Apalagi dengan riwayat maag yang saya miliki sejak sebelum hamil. Di trimester 2 ini, perut yang kosong akan membuat ulu hati saya sakit jika tidak segera diisi dengan makanan. Namun bukan berarti setelah diisi dengan makanan, rasa sakit tersebut berkurang, terkadang beberapa makanan tertentu tidak diterima oleh pencernaan saya, sehingga saya tetap memuntahkan makanan tersebut. Entah itu makanan yang sehat seperti buah dan sayur, makanan biasa seperti pudding saja juga bisa saya muntahkan kembali jika memang saat itu kondisi pencernaan saya tidak ingin menerima makanan tersebut. Sakit di ulu hati tersebut sering saya rasakan di subuh hari hingga pagi hari, sehingga saya tidak bisa jika tidak sarapan di pagi hari. Sarapan pun harus dengan nasi meskipun hanya sedikit. Saya tidak bisa minum teh hangat di pagi hari serta tidak bisa makan yang bersantan seperti lontong sayur dan nasi uduk. Intinya beberapa menu sarapan yang bisa dibeli di sekitar kantor, tidak semua bisa saya nikmati.

Selain itu di trimester 2 ini, saya masih sering merasakan lemas dan lesu, terutama di jam-jam 9 pagi hingga 12 siang. Terkadang rasa lemas tersebut sedikit mengganggu kegiatan selama di kantor. Tapi apa daya, demi diri saya dan si janin, saya harus mengistirahatkan diri sebentar untuk berbaring atau sekedar menenangkan pikiran.

Pernah di penghujung trimester 2, saya terserang batuk, hingga muntah berlebih dan demam sampai meriang. Setiap batuk, saya selalu muntah, setiap saya bawa minum air hangat, kemudian saya muntah. Tidur yang semenjak awal kehamilan menjadi kurang nyenyak, menjadi semakin tidak nyenyak ketika sakit ini menyerang. Menggigil, tidak bisa mandi sampai akhirnya tidak sanggup untuk masuk kantor. Untungnya saat saya mengalami sakit tersebut sedang ada suami yang mengambil cuti, sehingga sedikit banyaknya ada yang mengurus saya ketika sakit. Berat badan saya pun tidak kunjung naik signifikan. Setiap kontrol hanya naik beberapa kilo sampai di akhir kontrol trimester 2 berat badan saya turun hingga akhirnya saya harus minum suplemen tambahan untuk meningkatkan nutrisi dalam tubuh, karena saking seringnya sakit dan masih lemas.

Kehamilan pertama saya ini memang alhamdulillah tidak sebiasa kehamilan orang kebanyakan. Saya sering lemas dan tidak sesehat waktu sebelum hamil. Tapi alhamdulillah, janin yang saya kandung tumbuh dengan normal dan sehat berdasarkan setiap pemeriksaan dokter. Keluhan yang ada hanya pada diri saya yang lemah dan manja ini. Tapi dengan begitu saya semakin menyadari perjuangan seorang ibu yang dilakukan semenjak mengandung anak-anaknya. Kadang suka terbawa perasaan dan jadi melow, mengingat betapa luar biasanya perjuangan ibu dari anaknya dalam kandungan, melahirkan hingga membesarkan anak-anaknya. Sekarang baru paham mengapa kasih sayang ibu besar sekali kepada anak-anaknya. Sebagai seorang anak, sekarang sering merasa sedih tak jarang menangis kalau ingat perbuatan dan kelakuan saya kepada ibu yang mungkin pernah menyakiti beliau. Saya sebagai anak mungkin tidak akan bisa menyadari perjuangan lahir dan batin seorang ibu sebelum saya merasakan betapa senang sedihnya perjuangan mengandung seperti sekarang. Benar kata ibu bahwa kita akan benar-benar paham perasaan seorang ibu ketika kita sudah menjadi ibu juga. Alhamdulillah.

Nah, setelah cerita kemelowan dan susah sedihnya di trimester 2, ada juga cerita senang yang tak lupa ingin saya ceritakan disini. Di trimester ini, janin yang ada dalam perut saya sudah semakin membesar dan setiap gerakan yang ia lakukan semakin jelas terasa di perut. Tendangan yang awalnya hanya seperti getaran kecil semakin terasa dan terlihat apalagi ketika saya sedang diam tidak melakukan aktivitas apapun seperti saat sedang berbaring atau beristirahat. Setiap waktu tidur malam, semakin janin ini terasa aktif di dalam perut, alhamdulillah. Janin tersebut juga sudah bisa diajak berinteraksi dengan suara saya maupun suara ayahnya. Sungguh fenomena yang luar biasa dalam hidup saya sebagai seorang wanita, bisa merasakan gerakan seseorang yang ada di dalam perut saya. Benar-benar anugerah.

Di trimester 2 ini juga saya sudah mulai hedon untuk hunting pakaian dan perlengkapan bayi yang lucu-lucu. Apalagi di media sosial dan online shop yang sering mengadakan promo. Niat awalnya mau belanja setelah saya pulang kampung saja jadi berubah menjadi belanja online. Selain mulai belanja perlengkapan bayi, saya juga mulai research untuk persiapan trimester 3 dan kelahiran, biaya foto newborn, biaya aqiqah dan dekorasinya nanti dan masih banyak hal lagi. Alhamdulillah wa syukurilah.

Itulah sebagian cerita di trimester 2 kehamilan ini. Semoga kehamilan ini terus dilancarkan hingga tiba saatnya janin ini bertemu dengan dunia luar, dengan ayah dan ibunya yang sudah tidak sabar menanti kehadirannya. Aamiin.

No comments:

Post a Comment